Selasa, 03 April 2018

6 Kelebihan Kitchen Set dari Kayu Jati untuk Lengkapi Dapur Anda

6 Kelebihan Kitchen Set dari Kayu Jati untuk Lengkapi Dapur Anda

Sejak zaman dulu kayu jati memang sudah dikenal sebagai bahan yang awet untuk membuat sesuatu. Baik itu perabotan rumah ataupun membangun rumah itu sendiri. Sekarang, kayu jati juga dijadikan sebagai bahan utama untuk membuat kitchen set untuk menghiasi dapur di berbagai rumah kelas menengah ke atas.

Kenapa harus memilih yang berbahan kayu jati? Ada banyak alasan yang mendasari hal ini. Salah satunya adalah karena banyaknya kelebihan yang bisa didapat dari perabot dapur dengan bahan kayu yang awet ini. Apa saja kelebihan yang bisa Anda dapatkan bila menggunakan perabot dapur berbahan kayu jati?

1. Tampilan yang Estetis
Salah satu keunggulan yang dimiliki perabot dapur dengan bahan kayu jati adalah tampilannya yang estetis. Tak hanya memberikan kesan natural pada dapur penggunanya, tapi juga kesan elegan dan mewah. Itu dikarenakan warna dari kayu jati yang cokelat keemasan dengan pola yang lurus nan indah yang dimilikinya.

2. Kuat dan Berdaya Tahan Tinggi
Keunggulan lain yang dimiliki perabot dapur dari kayu jati adalah kekuatannya. Karakteristik kayu jati yang merupakan bahan yang tahan dan kuat sudah tak perlu diragukan lagi. Daya tahan yang tinggi ini bisa dibuktikan terhadap jamur dan kelembapan yang ada di dapur yang jarang sekali menimpa perabot dapur Anda.

Tentu saja, agar bisa bertahan lebih lama, Anda harus melakukan perawatan pada perabot dapur ini. Misalnya dengan mengelap kotoran atau noda sehabis Anda memasak. Bila Anda bisa melakukan perawatan yang baik dan maksimal pada perabot yang menghiasi dapur Anda ini, usia perabot Anda bisa mencapai seratus tahun! Ini jelas sangat menguntungkan, kan?

3. Tidak Menghantarkan Panas
Berbeda dari perabot rumah yang terbuat dari logam atau aluminium, perabot dapur yang terbuat dari kayu jati tidak akan mengantarkan panas. Kayu adalah isolator alami terhadap panas sehingga acara memasak Anda akan jadi lebih nyaman dan aman. Apalagi untuk dapur yang memiliki kerentanan terhadap suhu serta ada peralatan elektronik di atasnya.

4. Fleksibel untuk Dibentuk
Sebenarnya, keuntungan yang satu ini bukan dirasakan oleh pembeli melainkan oleh pengrajinnya. Dibanding yang bermaterial logam, perabot dapur dengan material kayu jati lebih mudah dibentuk. Dengan begitu, desain dan bentuk dari perabot ini akan lebih banyak. Anda bisa lebih puas dalam memilih yang sesuai dengan keinginan Anda.

5. Cocok untuk Dipadupadankan dengan Berbagai Material
Meski bahan kayu jati ini sudah bagus dan memberikan kesan yang ciamik pada dapur Anda, bukan berarti Anda tak bisa memodifikasinya. Anda bisa memadupadankan perabot dapur berbahan kayu jati ini dengan materail lain. Caranya, cukup pesan seperti apa perabot yang Anda inginkan pada pengrajinnya.

6. Tidak Memuai dan Menyusut
Berbeda dari material logam yang bisa memuai bila terlalu panas dan menyusut bila berada di titik suhu rendah, perabot berbahan kayu jati tidak. Hal ini jelas akan memaksimalkan penggunaan perabot dapur Anda ini. Hal ini dikarenakan karakter padat yang dimiliki kayu jati sehingga dimensinya tidak memuai atau menyusut.


Itulah beberapa kelebihan yang dimiliki bahan kayu jati. Memiliki kitchen set dengan bahan kayu jati pastinya sangat memudahkan Anda, kan? Sayangnya, kayu jati sekarang ini makin sulit didapat. Oleh sebab itu, perabot dapur dengan bahan ini harganya jauh lebih mahal. Tapi, untuk keamanan dan kenyamanan, tak masalah mengeluarkan uang lebih banyak, kan?

Senin, 05 Maret 2018

5 Fashion Item yang Tidak Akan Ketinggalan Trend

5 Fashion Item yang Tidak Akan Ketinggalan Trend

Fashion bisa berubah sangat cepat, namun untuk mengikutinya kita tak perlu selalu membeli barang baru. Ada banyak tren yang sebenarnya merupakan daur ulang dari gaya yang lama dengan sedikit modifikasi.

Berikut adalah beberapa item fashion esensial yang sebaiknya kita simpan walau trennya sudah berganti.

5 Fashion Item yang Tidak Akan Ketinggalan Trend

1. Sepatu kets putih

Nyaman, serbaguna dan bisa dikombinasikan dengan berbagai outfit. Sepasang sepatu kets bisa kita padankan dengan beragam busana, mulai dari jeans sampai dress. Cara menjaga kondisi sneaker ini tetap prima adalah melakukan perawatan yang tepat. Beri pelapis semprot sebelum digunakan agar tidak terkena noda yang sulit hilang, atau segera cuci sepatu jika ada kotoran menempel.

2. Jeans dengan potongan yang bagus

Bagian dari fashion yang telah ada selama beberapa dekade dan tidak diragukan lagi akan tetap dicintai banyak orang. Yah, setiap orang membutuhkan celana jeans dengan potongan yang bagus.

Sebagian besar dari kita pasti memiliki sepasang celana jeans usang yang masih dipakai sampai saat ini. Tapi, tidak peduli seberapa usang dan pudarnya warna outfit ini, celana denim masih bisa digunakan dengan padu padan gaya yang sesuai.

3. Tas tangan desainer

Salah satu bentuk tas tangan dengan kesan futuristik karena menggunakan warna perak.

Selain menunjang penampilan sebenarnya ada alasan ekonomi mengapa kita perlu memiliki satu tas tangan desainer.

Pecinta fashion yang beruntung bisa memiliki tas branded akan tahu betul perasaan yang didapatkan sejak pertama kali membelinya. Dan tak peduli berapa banyak gaya berubah dari waktu ke waktu, tas berkualitas bagus ini tak akan pernah ketinggalan zaman.

4. Jumper kasmir

5 Fashion Item yang Tidak Akan Ketinggalan Trend

Meski nampak sebagai investasi mahal pada awalnya, jumper dari kasmir mungkin tampak seperti pakaian yang tak akan pernah kalian perlukan. Tapi, begitu kalian menyadari bahwa pakaian ini sangat nyaman, kalian pasti tak akan lagi berpikir untuk membuangnya.

Jika ingin merasakan kenyamanan penuh dari pakaian ini, rawat sebaik mungkin. Jika memungkinkan, selalu bersihkan jumper kasmir ini dengan sisir kusus yang dirancang untuk menghilangkan tanda-tanda kerusakan pada serat kainnya.

5. Mantel

Salah satu item fesyen yang paling serbaguna adalah mantel. Outfit satu ini adalah jawaban bagi mereka yang selalu ingin tampil modis.

Item ini memang pakaian luar yang klasik. Namun, terlihat bagus saat digunakan ketika akhir pekan hingga acara formal.

Meskipun ada banyak kombinasi gaya yang bisa kita terapkan, namun pilihlah padu padan gaya yang sesui dengan warna dan model mantel yang kalian miliki.

Daftar Daerah Indonesia yang Paling Sering Internetan

Daftar Daerah di Indonesia yang Paling Sering Internetan

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ( APJII) merilis laporan mengenai perilaku penggunaan Internet Indonesia tahun 2017. Berdasarkan hasil survei, pengguna internet di Indonesia menembus angka 143,27 juta dari total populasi penduduk.

Berdasarkan laporan tersebut, APJII merangkum wilayah dengan tingkat penggunaan internet tertinggi. Penggunaan internet terbanyak masih didominasi oleh wilayah Jawa.

Jumlah pengguna internet di Jawa mencapai 58,08 persen dari total pengguna di Indonesia. Meski begitu, penetrasi penyebaran internet masih setengahnya, yakni 57,7 persen dari total penduduk di Jawa.

Posisi kedua ditempati oleh wilayah Sumatra dengan jumlah pemakai internet mencapai 19,05 persen. Penetrasi internetnya juga tercatat lebih rendah dibanding Jawa, yakni sekitar 47,2 persen.

Posisi ke-tiga ditempati oleh Kalimantan dengan jumlah pengguna 7,97 persen. Namun penetrasi penyebaran internetnya cukup tinggi dibandingkan Jawa. Kalimantan mencatat penetrasi sebaran penggunaan internet terbesar dengan angka 72,19 persen.

Posisi ke-empat disusul Sulawesi dengan jumlah pengguna 6,73 persen. Penetrasinya penyebaran internetnya juga lebih rendah dibanding wilayah Sumatera. Di Sulawesi, penetrasi hanya tercatat sekitar 46,7 persen.

Posisi ke-lima bertengger wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Persentase penggunaan internetnya baru 5,63 persen dari jumlah total populasi. Namun penetrasinya mencatatkan angka yang lebih tinggi dibanding Jawa dan Sumatera. Penetrasi penggunaan internet Bali mencapai 54,23 persen.

Posisi terakhir adalah wilayah Maluku dan Papua. penggunaan internet di wilayah ini hanya 2,49 persen. Penetrasinya juga masih rendah yakni 41,98 persen.

Jadi jika disimpulkan, jumlah pengguna internet terbesar tetap dipegang Jawa tetapi untuk persentase jumlah penduduk yang sudah berinternet dipegang Kalimantan dengan capaian 72,19 persen.

Berdasarkan laporan APJII, Kamis (22/2/2018), penggunaan layanan internet juga masih didominasi oleh laki-laki.

Dari 143,26 juta pengguna, sebanyak 51,43 persen berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan pengguna perempuan terpaut sedikit dengan angka 48,47 persen.

Dalam survei ini, APJII menggunakan 2.500 responden dengan margin of error +- 1,96 persen dan level of confidence 95 persen. Pengumpulan data ini melalui wawancara dengan bantuan kuisioner. Responden berasal dari enam wilayah Indonesia, yakni Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa, dan Maluku-Papua.

APJII menggunakan metodologi multi stage cluster sampling, yakni urban, rural-urban, dan rural. Survei dengan metodologi ini diklaim bisa mengetahui persoalan yang dihadapi terkait penetrasi internet di Indonesia.

11 Inovasi Produk Digital yang Sangat di Nanti

11 Inovasi Produk Digital yang Sangat di Nanti

Sedikitnya ada 11 inovasi produk digital potensial yang dinanti masyarakat dan dapat diterapkan untuk berbagai sektor industri. Menurut catatan kerja sama Lintasarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagaimana siaran pers, Senin (5/3/2018) 11 inovasi itu adalah di bidang kota pintar (smart city), perbankan, keuangan, minyak dan gas, perkebunan, usaha manufaktur, kesehatan, logistik, transportasi, maritim, dan kepariwisataan.

Untuk merealisasikan hal itu,  Presiden Direktur Lintasarta Arya Damar mengatakan,"Kami dan UGM akan melaksanakan Innovative Academy Appcelerate Program."

Kegiatan yang bakal digelar pada pertengahan 2018 itu berupa ajang penjaringan perusahaan-perusahaan rintisan berbasis digital (start-ups) karya mahasiswa, dosen, alumni serta masyarakat luas. Kegiatan dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan yang meliputi kick-off program, one-on-one mentoring, business gathering, pitching, dan angle and venture meeting.

Puncaknya adalah evaluasi dan pemilihan start-up terbaik yang akan dilakukan pada November 2018. Pelaksanaan kegiatan ini akan dikelola oleh PT Gama Inovasi Berdikari, inkubator bisnis yang dibentuk UGM dan diberi mandat untuk mengelola start-ups bisnis digital.

Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., mengatakan, “Sinergi UGM-Lintasarta diharapkan dapat menumbuhkan semangat socioentrepreneurial dan mendorong mahasiswa untuk menghasilkan berbagai solusi digital atas permasalahan yang terjadi di masyarakat."

Sementara itu, sekarang, Lintasarta dan UGM sudah mewujudkan pengembangan co-working space di kawasan kampus UGM,  Innovative Academy Hub. Tujuan kerja sama ini untuk mengakselerasi kiprah start-ups karya mahasiswa, dosen, alumni serta masyarakat luas melalui Appcelerate Program.

Start-ups karya mahasiswa adalah hasil bentukan program Innovative Academy atau program inkubasi semi terstruktur UGM sejak 2014. Program ini telah berhasil menumbuhkan start-ups digital dengan mendorong para mahasiswa berani berkreasi dan memulai langkah maju sebagai pelaku wirausaha.

Tantangan Perkembangan Industri Interior Dalam Negeri Indonesia

Tantangan Perkembangan Industri Interior Dalam Negeri Indonesia

Pasar ekspor produk kreatif, khususnya furnitur dan mebel Tanah Air dinilai memiliki pangsa yang cukup menjanjikan. Banyak seniman dalam negeri yang mampu menghasilkan produk kreatif bercita rasa tinggi.

Namun Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Lea Aviliani Aziz menyayangkan, banyak seniman lokal yang lebih mementingkan ego mereka.

Dalam hal ini, banyak produk industri kreatif yang dihasilkan, bukan untuk memenuhi desain yang banyak diminati pasar di luar negeri.

“Sebetulnya orang Indonesia itu punya darah seni, cuma kurang diasah. Bagaimana mereka harus menciptakan desain yang lebih timeless dan internasional,” kata Lea saat pembukaan Index Mozaik Indonesia 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (5/10/2017).

Di samping desain, tantangan yang dihadapi dalam industri ini, menurt dia, yaitu belum adanya standarisasi yang ditentukan pemerintah dalam menghasilkan sebuah produk.

Padahal, dengan adanya kualitas yang sama antara produk satu dengan yang lain, justru akan mendorong minat masyarakat dalam membeli produk dalam negeri.

“Kami berharap, pemerintah samakan kualitas. Ketika tercapai, tentu kita akan gunakan produk kita sendiri,” ucap Lea.

Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Mebel Indonesia, Mugianto Sukadi Isman. Selain desain, pemilihan material dalam pembuatan produk juga perlu diperhatikan.

Lebih jauh, Mugianto juga mendorong agar para desainer dan produsen produk interior, dapat meningkatkan kolaborasi dengan pelaku usaha serupa dari luar negeri.

Tujuannya, untuk saling menukar pengalaman sekaligus menambah jaringan dalam memasarkan produk ke luar negeri 

“Tentunya, semua yang terlibat dengan interior desain ini, akan menciptakan perkembangan di industri interior dan furnitur di Indonesia ini,” tutupnya.