Senin, 05 Maret 2018

Bukan Hanya di Bumi Ternyata di Bulan Juga Banyak Sampah

Bukan Hanya di Bumi Ternyata di Bulan Juga Banyak Sampah

Ternyata, tidak hanya Bumi saja yang memiliki sampah. Di Bulan juga ditemukan tumpukan sampah. 

Konon, berdasarkan data Wikipedia, sampah di Bulan jika ditotal keseluruhan bisa mencapai 400.000 pon atau setara dengan 181.000 kilogram perhitungan di Bumi.

Jumlah ini memang masih menjadi polemik di kalangan ilmuwan, tetapi William Barry, Kepala Sejarawan Badan Antariksa AS ( NASA), menilainya cukup masuk akal bila melihat sampah-sampah yang ditinggalkan NASA.

Barry berkata bahwa misi luar angkasa baik yang berawak, seperti program Apollo maupun yang tidak berawak seperti yang dilakukan AS, Rusia, Jepang, India, dan Eropa, menyisakan sampah di Bulan.

Hal itu diketahui dari temuan sampah bulan seperti bendera, palu, bulu Falcon, potongan emas zaitun, dan kepingan bagian dari kendaraan penjelajah bulan. Ini merupakan peninggalan uji coba peluncuran pesawat angkasa pada tahun 1971.

Selain itu, ada juga satelit  Lunar Crater Observation and Sensing Satellite (LCROSS) yang masih tertinggal di bulan.

Benda-benda ini memang sengaja ditinggalkan di Bulan. Sebab, untuk membawanya kembali ke bumi membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak. Selain itu, benda-benda tersebut sudah tidak terpakai lagi setelah misi berhasil.

Namun, rupanya sampah yang ada di Bulan menjadi penting. Sampah-sampah tersebut membuktikan bahwa permukaan Bulan bisa disinggahi, tidak seperti anggapan para ilmuwan sebelumnya yang mengira bahwa permukaan bulan berupa pasir  isap karena terlalu sering diratakan oleh batuan antariksa.

Barry juga meminta agar sampah di Bulan tidak hanya dianggap sebagai benda terbuang dan tak terpakai. Sampah itu kelak akan menjadi jejak arkeologi yang penting. Harapannya, para ilmuwan di masa mendatang berkesempatan melongok bukti keberadaan misi antariksa di Bulan.

Jejak misi antariksa yang masih teronggok di bulan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan penelitian selanjutnya.

Reflektor laser kepunyaan kru Apollo 11, misalnya. Benda yang masih bersandar di bulan ini masih bisa dipakai untuk mengukur jarak Bumi dan Bulan. Caranya dengan menyorotkan laser ke reflektor. Dari situ, diketahui bahwa setiap tahunnya, jarak Bumi dan Bulan bertambah 3,8 sentimeter atau bulan bergerak menjauhi Bumi.

0 komentar:

Posting Komentar