Senin, 05 Maret 2018

Kisah Ular Piton yang Memangsa Rusa Ukuran Jumbo

Kisah Ular Piton yang Memangsa Rusa Ukuran Jumbo

Kasus ular piton yang memangsa hewan lain memang bukanlah yang pertama. Bahkan tak jarang mangsa dari ular tersebut lebih berat dan besar.

Namun nyatanya, perbedaan ukuran tersebut tak menghentikannya untuk memangsa hewan yang lebih besar.

Kali ini yang dimangsa adalah seekor rusa yang memiliki berat 35 kilogram. Padahal Ular piton pemangsanya hanya seberat 31,5 kilogram.

Ulah piton yang memangsa rusa ini diabadikan oleh The Conservancy of Southwest Florida, sebuah organisasi penelitian alam liar.

Ular piton Burma dalam foto yang diabadikan tersebut merupakan ular betina sepanjang 3 meter yang ditemukan di Collier Seminole State Park, Florida pada 7 April 2015. Sedangkan mangsanya adalah rusa ekor putih betina.

Sebenarnya, hal ini merupakan bagian dari observasi yang dilakukan oleh organisasi tersebut. Observasi tersebut bertujuan untuk melihat perilaku dan habitat piton agar bisa mengendalikan spesies invasif ini.

"Observasi ini merupakan bukti penting lain untuk dampak negatif dari ular piton Burma yang invasif yang menyerang hewan asli di Greater Everglades Ecosystem," ungkap Ian Bartozek, ahli biologi organisasi tersebut dikutip
dari Newsweek, Sabtu (03/03/2018).

"Bayangkan konsekuensi potensial untuk harimau kumbang asli di Florida jika ular piton Burma mempengaruhi jumlah rusa ekor putih yang merupakan mangsa utama dari harimau kumbang tersebut," imbuhnya.

Setelah melihat perburuan ular tersebut, para peneliti mengikuti dan memotretnya. Dalam potret kedua ini, ular tersebut memuntahkan mangsanya.

Sudah rahasia umum bahwa ketika ular piton yang baru saja "makan" diganggu maka ia akan memuntahkannya kembali. Ini merupakan mekanisme pertahanan diri dari ular tersebut.

Namun saat detik-detik ular tersebut memuntahkan buruannya, ternyata kepala rusa itu sudah dicerna. Sedangkan tubuh rusa masih belum dicerna.

Bukti yang didapatkan ini menegaskan bahwa ular piton Burma menjadi "predator puncak baru".

Menurut laporan CBS, Kamis (01/03/2018), jenis ular ini bertanggung jawab atas penurunan 90 persen populasi mamalia kecil di daerah tersebut.

Bartozek menjelaskan, ular piton itu adalah produk dari perdagangan hewan peliharaan. Tapi kini, hewan melata itu menimbulkan malapetaka pada populasi satwa liar setempat.

0 komentar:

Posting Komentar