Minggu, 28 Juli 2019

Gejala, Penyebab dan Cara Menghindari Rhinitis

Gejala, Penyebab dan Cara Menghindari Rhinitis

Rhinitis adalah peradangan dalam hidung yang disebabkan oleh zat-zat yang dapat menyebabkan iritasi atau alergi (zat-zat yang memancing respon alergi). Sebagai respon pada zat-zat tersbut, sel-sel yang ada dalam tubuh melepaskan histamine dan mediator kimia lainnya. Hal-hal tersebut adalah hal-hal yang menyebabkan gejala-gejala rhinitis seperti bersin-bersin, hidung berair, dan gatal dan berair pada mata.

Ketika infeksi sinus terjadi kamu akan menemukan cairan kental yang berwarna hijau atau kuning yang mengalir dari hidung kamu atau dari bagian bawah belakang tenggorokan kamu. Meskipun tidak berbahaya, rhinitis dan sinusitis dapat membuat kamu menderita, apalagi jika kamu memiliki asma.

Gejala Rhinitis
Rhinitis memiliki gejala yang mirip seperti pilek, yakni:
  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Berkurangnya sensitivitas indera penciuman
  • Iritasi ringan pada area sekitar hidung
Pada rhinitis alergi, gejala ini akan muncul sesaat setelah terpapar oleh alergen seperti debu, serbuk sari bunga, atau bulu hewan. Apabila parah, gejala ini dapat berlangsung sepanjang hari sehingga mengganggu tidur dan kegiatan sehari-hari. Tapi kebanyakan penderita rhinitis ini hanya mengalami gejala ringan yang mudah diobati secara efektif.

Jika gejala yang dialami disebabkan oleh rhinitis nonalergi (misalnya akibat infeksi virus), Kamu mungkin akan merasakan gejala lainnya seperti adanya kerak yang tumbuh di dalam hidung dan mengeluarkan bau busuk. Kerak ini akan berdarah apabila Kamu berusaha mengangkat atau menggaruknya.

Penyebab Rhinitis
Peradangan membran mukosa yang diakibatkan oleh bakteri, alergen (penyebab alergi), dan virus dapat menyebabkan gejala-gejala rhinitis.

Beberapa penyebab rhinitis alergi bermacam – macam, contohnya bahan kimia di tempat kerja, kelupasan kulit mati atau rambut hewan, , tungau debu rumah, serta serbuk sari dan spora. Sedangkan penyebab rhinitis nonalergi adalah faktor lingkungan, kerusakan jaringan di dalam hidung, penggunaan dekongestan hidung berlebih, dan infeksi.

Diagnosis Rhinitis Alergi
Umumnya, diagnosis rhinitis alergi dipastikan lewat pemeriksaan fisik. Selai itu dokter juga akan melakukan pengumpulan informasi seputar gejala yang muncul, aktivitas harian, dan kondisi lingkungan. Jika dokter sudah bisa memastikan diagnosis dan penderita tidak mengalami komplikasi, maka pemeriksaan laboratorium tidak diperlukan.

Kamu memerlukan pemeriksaan lanjutan apabila:
  • Ingin mengetahui pasti alergen yang memicu rhinitis alergi Kamu agar dapat dilakukan langkah-langkah untuk menghindarinya.
  • Pengobatan yang sudah dilakukan tidak efektif.
  • Kamu mengalami gejala yang cukupparah
  • Kamu ingin menjalani perawatan imunoterapi, seperti suntikan anti-alergi
  • Tes cukit kulit. Tes dilakukan dengan menusukkan jarum yang sudah diberikan alergen tertentu ke kulit untuk mengetahui reaksinya.
  • Tes darah. Untuk mengetahui kadar antibodi immunoglobulin E (IgE) yang diproduksi tubuh sebagai reaksi terhadap alergen tertentu.
Kedua jenis pemeriksaan tersebut akan membantu dokter untuk memastikan apakah rhinitis alergi yang menyebabkan Kamu mengalami gejala-gejala serta untuk menentukan perawatan yang tepat. Pemeriksaan juga dapat digunakan untuk memeriksa komplikasi yang mungkin muncul, seperti sinusitis atau asma.

Umumnya, pemeriksaan berkelanjutan tidak perlu dilakukan. Namun, dokter mungkin akan menyarankannya untuk memastikan bahwa gejala bukan disebabkan oleh penyakit lain.

Cara Menghindari Rinitis
  • Menghindari segala sesuatu yang dapat menimbulkan alergi
  • Menjaga kebersihan rumah.
  • Menghindari penggunaan barang-barang yang dapat menampung debu.
  • Menggunakan masker dan sarung tangan saat melakukan aktivitas bersih-bersih, untuk menghindari kontak dengan alergen.
  • Menghindari rokok.
Itulah pembahasan tentang Gejala, Penyebab, dan Cara Menghindari Rhinitis, Semoga ulasan ini bermanfaat bagi pembaca.

0 komentar:

Posting Komentar